Kenapa Kami Ambil Sanad

Kenapa Kami Ambil Sanad


Saya sebut kami, karena memang ada 2 yang ditugaskan AEEN untuk ambil sanad. Pertama, saya sebagai Direktur RQA dan satu lagi Ustadzah Sania (Guru Akhwat).

Program yang kami ambil Sanad Riwayat Hafs An Ashim thariq Asy Syatibiah. Artinya, bacaan ini bersambung ke Rasulullah melalui murid Ashim bin Abin Najud yang bernama Abul Amr Hafs bin Sulaiman Al Kufy.

Karena nanti ada lagi Sanad dari jalur murid Ashim yang bernama Syu’bah bin Ayyasy bin Salim al-Hannath al-Nahsyali al-Kufi. Kepada Imam Ashim beliau bermulazamah lama sehingga ia dapat mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari satu kali

Imam Ashim sendiri berguru ke Abu Abdurrahim As Sulami. Sedangkan As Sulami belajar kepada 5 sahabat Rasulullah (Ali bin Abi Thalib, Ustman, Abdullah bin Mas’ud, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab).

Nah, panjang sih cerita ini. Saya sudahi dulu, nanti aja pembahasan jalur sanad ini.

Kembali ke pertanyaan, kenapa kami ambil sanad. Jawabannya : kami ingin memastikan bahwa bacaan yang kami ajarkan selama ini kepada siswa RQA itu sesuai dengan bacaan Rasul. Minimal menurut Imam Hafs.

Meskipun tidak semua guru bersanad, namun ke depannya kami akan bina guru-guru RQA dengan standar yang sama seperti kami ambil sanad. Harapannya, guru-guru RQA bisa mengajar hal serupa kepada muridnya.

Maka meski siswa RQA tidak ambil sanad,namun kualitas bacaannya semakin mendekati benar. Insya Allah

Sebagai catatan : Insya Allah kami juga diberikan wewenang untuk memberikan sanad bin nadhzar kepada pihak lain.

Info RQA :
https://rumahquranaeen.com

Tahsin :
https://rumahquranaeen.com/tahsin

Tahfizh Dewasa :
https://rumahquranaeen.com/tahfizh-dewasa

Tahfizh Anak :
https://rumahquranaeen.com/tahfizh-anak

Bang Jemmi

====================
Jalur perawi
====================
21. Muhammad bin Qosim Al-Baqari
22. Ahmad Al-Baqari
23. Abdurrahman bin ‘Amr Al-Ujhuri
24. Ibrahim Al-‘Abidi
25. Ali Al Haddadi Azhary
26. Abdullah bin Abdil Azhim Ad Dasuqi
27. Al Fadhili Ali bin Abi Layla
28. Misbah Ibrahim Wadn Ad Dasuqi
29. Rizki Abdullah bin Marjuni (guru kami)
30. Jemmi Gumilar bin Isa Tresnawan bin Oman Suparman

Oh iya, kelas Sanad bulan Juni sudah dibuka, silahkan daftar

Mulai Dari Yang Paling Mudah

Mulai Dari Yang Paling Mudah

Kalau kita ingin menambah kebiasaan baru menghafal atau membaca Alquran, maka mulailah dari yang paling mudah.

Mulailah dari “mengambil dan melihat Al Quran”

Bangun kebiasaan baru, mengambil Al Quran setiap bangun tidur dan sesudah shalat wajib. Cukup niat dan lakukan seperti itu selama beberapa hari.

Kalau sudah diambil, bisa dilihat sebentar (1 menit) dan boleh taruh lagi. Lakukan hal ini tiap bangun tidur dan sehabis shalat wajib.

Tidak harus langsung membacanya, yang penting sudah bisa mengambil dan melihat Alquran itu adalah prestasi. Hargai itu dengan membaca Hamdalah.

Berarti nanti ada enam kali kita mengambil Alquran dan membukanya walaupun sebentar…. Yakni 1 kali saat bangun tidur dan 5 kali selesai menunaikan shalat wajib.

Bangun kebiasaan ini selama kurang lebih 10 hari atau 30 hari untuk hasil yang maksimal. Niscaya kita akan dapatkan hasil yang melebihi ekspektasi.

Gagasannya adalah membuat kebiasaan yang sangat mudah sehingga bisa kita lakukan. Yang penting adalah menguasai kebiasaan memulai sesuatu.

Ingat!!! Allah tidak pernah menurunkan Al Quran untuk membuat kita susah.

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi susah.
(QS Thoha : 2)

Bang Jemmi

Oh iya, Kelas Pengambilan Sanad di AEEN untuk Bulan Juni sudah buka pendaftaran.

www.rumahquranaeen.com

Perbaikan Bacaan Al Quran Bertahap

Perbaikan Bacaan Al Quran Bertahap

Memperbaiki bacaan Alquran yang sudah bertahun-tahun kita lakukan sepertinya harus bijak kita lakukan.

Maksudnya perbaikan itu harus kita lakukan secara tahap demi tahap. Berarti ada keberhasilan di tiap fasenya.

Saat memperbaiki makhorijul dan sifatul huruf maka kita buatkan urutannya.

Hari ini, huruf apa yang diperbaiki?
Besok perbaiki huruf apa?
Lusa?

Saran saya perbaiki sesuai dengan kelompok bentuk huruf. Yaitu huruf-huruf yang memiliki bentuk yang mirip.

Contohnya mungkin seperti di bawah ini ya.

Tahap 1 : ا ء ب ت ث
Tahap 2 : ج ح خ
Tahap 3 : د ذ ر ز

Belajar Tahsin Yuk
https://rumahquranaeen.com/tahsin

Tahap 4 : س ش ص ض
Tahap 5 : ط ظ ع غ
Tahap 6 : ف ق ك ل
Tahap 7 : م ن و ه لا ي

Perbaiki setiap tahap dengan tepat sesuaikan dengan makhraj dan sifatnya. Setiap tahap tadi bisa jadi bagus dalam waktu seminggu atau mungkin sebulan.

Caranya adalah cari tahu tentang makhraj dan sifat dari huruf-huruf tadi, kemudian di latih secara sering dengan cara baca Alquran.

Perbaiki setiap tahap juga berlaku untuk materi Mad dan Hukum-hukum tajwid. Buat tahapannya dan perbaiki dengan sabar tiap tahapnya.

Belajar Tahsin 👇👇👇
https://rumahquranaeen.com/tahsin

Bertahap…. Bertahap…. Bertahap…. Dan bersabar.

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
(QS Ali Imran : 200)

Bang Jemmi

3 (tiga) Hal Agar Bacaan Quran Lebih Lancar

3 (tiga) Hal Agar Bacaan Quran Lebih Lancar

Kalau bacaan Alquran kita belum lancar, terus baca tulisan ini.

  • Sudah berapa lama kita membaca Alquran?
  • Sudah berapa lama bacaan Al Quran kita tidak lancar?
  • Adakah keinginan untuk memperbaikinya?

Kalau kita punya keinginan untuk memperbaikinya maka jangan lakukan sekaligus lakukan secara bertahap.

Ada 3 (tiga) hal yang bisa kita lakukan untuk bacaan kita menjadi lebih lancar. Kata kuncinya lebih lancar dari sebelumnya.

  1. Placement Test
    Coba kita cek bacaan mana yang belum lancar. Bagian mana yang belum benar.

Bagian yang pertama adalah makhraj dan sifat huruf.

Coba dicek mana huruf hijaiyah yang belum sesuai dengan makhraj dan sifatnya.

Dari 28 huruf hijaiyah, berapa huruf yang masih tidak sesuai dengan huruf hijaiyah.

Bagian kedua dari placement test adalah, cek mad pada bacaan. Mad adalah memanjangkan bacaan sesuai dengan ketentuan.

Bagian ketiga dari placement test adalah menguji hukum seperti ikhfa idgham iqlab izhar dan sebagainya.

Ketiga bagian ini yang kemudian dites pada proses awal sebelum kita memperbaiki bacaan.

Hasilnya nanti berupa kesimpulan yang detail seperti Si Fulan belum Tahsin dengan kategori makhorijah hurufnya masih salah di 15 huruf madnya belum konsisten di 2 dan 3 harokat serta penguasaan ikhfa yang belum sempurna.

  1. Perbaikan Bertahap
    Setelah kita dapatkan data kesalahan apa yang kita lakukan berdasarkan placement test maka selanjutnya lakukan perbaikan bertahap.

Yang dimaksud perbaikan bertahap itu ibarat membangun rumah pondasi dinding atap.

Bertahap sesuai urutan perbaikan makhraj dan sifat huruf, Made, dan hukum tajwid.

Bertahap juga dilakukan sejak makro dan sifat yang sesuai urutan huruf hijaiyah perbaiki dulu ا ء ب ت ث baru ج ح خ dan seterusnya.

Bertahap juga lakukan secara waktu tidak harus sekaligus diperbaiki dalam satu waktu.

Bahasan detail tentang ini akan saya bahas di materi tulisan selanjutnya. .

  1. Sering Baca Al Quran
    Orang yang belajar motor tidak cukup hanya tahu apa fungsi-fungsi di motor tapi harus sering menggunakan motornya sehingga mahir.

Begitupun dengan membaca Alquran memahami makhraj dan sifat huruf mad dan hukum-hukum seperti ikhfa tidak akan membuat menjadi lancar kecuali sering baca Alquran.

Sering baca Alquran berarti bicara tentang intensitas bukan kuantitas. Artinya Berapa kali dalam sehari kita buka Alquran bukan berapa banyak yang kita baca.

Ini yang sering terlupakan pada orang-orang yang belajar baca Alquran. Yakni harus sering baca Alquran.

Nah, untuk memperbaiki bacaan lebih bagus lagi kalau dengan guru. Sebagaimana kelas tahsin di Rumah Quran AEEN.

Para siswa RQA akan dites terlebih dulu untuk menentukan kemampuan bacanya baru mulai diperbaiki secara bertahap dan akan banyak prakteknya di dalam kelas.

Belajar Tahsin?
https://rumahquranaeen.com/tahsin

Senangnya Punya Anak Hafal Al Quran

Senangnya Punya Anak Hafal Al Quran

Senangnya punya anak hafal Al Quran….. Dan sukses di dunia serta akhirat.

Senangnya, ga bisa tergambarkan oleh fikiran kita. Pokoke seneng buanget 👏

Namun, bisa jadi

  1. Bapak/Ibu ga mau anak hafal Al Quran, yg penting sukses karir
  2. Ga penting sukses karir, asal hafal Al Quran
  3. Pengen anak sukses karir dan sekaligus hafal Al Quran.

Kalau Bapak/Ibu memilih no 2 dan 3, maka lanjutkan baca.

Saat ini, sebenarnya orang tua ga perlu memilih. Dengan ilmu dan teknologi yang ada kini, anak² kita bisa hafal Al Quran sekaligus sukses karir dunianya.

Dengan penemuan metode baru saat ini menghafal Quran jadi lebih mudah sesuai dengan karakternya sebenarnya.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat al-qamar di 4 ayat yaitu ayat 17, ayat 22, 32 dan ayat 40.

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Jadi sebenarnya saat ini orang tua tidak perlu khawatir kalau anaknya nanti tidak bagus dalam akademisnya gara-gara menghafal Quran.

Karena sudah banyak bukti anak-anak yang hafal Quran dan bagus secara akademis atau bahkan yang sudah dewasa bagus secara karir.

Insya Allah dalam 10 pertemuan akan kami bahas di Sekolah Orang Tua.

Silakan klik link di bawah ini
⬇️⬇️⬇️⬇️
https://rumahquranaeen.com/sot

3 Langkah Agar Anak-anak Hafal Al Quran

3 Langkah Agar Anak-anak Hafal Al Quran

Cuma 3 sebenarnya langkah membuat anak² di rumah hafal Al Quran. Dan sukses karir sekolahnya.

Ini sih Berdasarkan pengalaman kami membesarkan tiga anak yang Alhamdulillah dua anak pertama sudah selesai setoran 30 juz.

Memang selesai setara 30 juz bukan berarti selesai akan ada tahap-tahap selanjutnya Tapi minimal tahap ini selesai.

Nah tiga langkah yang tadi saya sampaikan di atas adalah

  1. persiapan
  2. pelaksanaan dan
  3. evaluasi.

Untuk persiapan itu mencangkup pertama membuat visi, memahami kendala, mempersiapkan rumah, memahami cara mengajar, menyiapkan orang rumah dan memahami prinsip Tahfizh.

Nah di masa pelaksanaan kita harus tahu cara menghafal yang efektif, cara murojaah efisien, dan membiasakan Tilawah.

Baru di bagian akhir kita berbicara tentang kurikulum sebagai alat awal untuk selanjutnya dievaluasi.

3 langkah ini sebenarnya yang menjadi kunci agar anak kita tetap sukses akademisnya atau sukses karirnya dan tetap bisa menjadi penghafal Alquran.

Info lanjut klik disini
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
https://rumahquranaeen.com/sot